NAMAHAGE DALAM KEPERCAYAAN MASYARAKAT JEPANG DI SEMENANJUNG OGA

Dahlia, Chandrasari (2005) NAMAHAGE DALAM KEPERCAYAAN MASYARAKAT JEPANG DI SEMENANJUNG OGA. Other thesis, Universitas Darma Persada.

[img] Text
BAB-01.pdf

Download (6MB)
[img] Text
BAB-02.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB)
[img] Text
BAB-03.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB)
[img] Text
BAB-04.pdf
Restricted to Registered users only

Download (5MB)
Official URL: http://repository.unsada.ac.id/cgi/oai2

Abstract

Pada jaman modern ini kepercayaan terhadap suatu dewa masih tetap ada. Jepang, termasuk salah satu negara besar yang sangat mempercayai keberadaan dewa. Dewa yang mereka percayai kebanyakan berasal dari suatu tradisi kuno. Suatu tradisi kuno dapat dilestarikan menjadi suatu kebiasaan dan dapat berkembang lebih luas lagi menjadi suatu festival, dibutuhkan kesadaran dari diri masing-masing individu terhadap kelestarian kebudayaan suatu bangsa itu sendiri. Bila kita lihat, tradisi kuno bangsa Jepang tidak hanya terletak pada dewa yang berwujud selayaknya dewa, dewa yang penuh dengan kharisma dan wibawa, tetapi mereka juga mempercayai terkadang dewa datang ke dunia dengan menyamar. Karena dewa dipercaya mempunyai kemampuan untuk berubah wujud, sehingga tidak akan mungkin seorang dewa tidak mampu merubah penampilan mereka menjadi suatu sosok yang menyeramkan sekalipun. Namahage adalah salah satu wujud kepercayaan rnasyarakat Jepang khususnya di sernenanjung Oga akan dewa yang sedang rnenyarnar sebagai Iblis. Kepercayaan ini diwujudkan dalam bentuk Festival Namahage yang dirayakan setiap 31 Desernber. Dewa dalarn samaran ini akan datang setiap akhir tahun ke rurnah penduduk setempat dengan berpakaian lengkap seperti monster yang rnenyerarnkan. Dipercaya oleh masyarakat, dengan kedatangan Namahage ke rurnah rnereka rnaka keberuntungan akan datang pada dua belas bulan ke depan. Menurut asal katanya, Namahage berasal dari ketika seorang pernalas datang dan duduk di perapian. Sehingga kata Narnahage berasal dari "Hagu" yang berarti rnengelupas dan "Namumeyo" dan "Namomi" yang berarti luka bakar. Jadi secara keseluruhan Namahage berarti rnerubah orang yang rnalas rnenjadi orang yang rajin. Dengan adanya Festival Namahage ini tidak hanya suatu cara rnelestarikan tradisi bangsa tetapi juga rnarnpu rnernbawa narna bangsa Jepang lebih baik dari sebelumnya, khususnya keberadaan sernenanj ung Oga sernakin terlihat dirnata wisatawan asing.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Masyarakat jepang
Subjects: 300 Social Science/Ilmu Sosial > 307.0952 Japanese society
Divisions: Fakultas Bahasa Dan Budaya > Bahasa dan Kebudayaan Jepang
Depositing User: Julia Ningsih Perpustakaan
Date Deposited: 24 Jun 2022 04:25
Last Modified: 19 Feb 2024 07:27
URI: http://repository.unsada.ac.id/id/eprint/3219

Actions (login required)

View Item View Item